Letupan Kecil Les Herbiers

Oleh: Muhammad Yayat Ayatullah

Sore ini hujan turun begitu deras di kantor, menimbulkan rasa ngantuk yang sangat berat, menahan mata untuk tidak tertidur, sambil menunggu jam pulang yang sebentar lagi, scroll-scroll berita melalui smartphone saya, ah kenapa semakin mengantuk padahal ini jam pulang, lebih enak lagi jika segera bergegas untuk pulang, tiba-tiba pandanganku berhenti pada sebuah akun di instagram @brfootball akun turunan dari @bleacherreport yang memang membahas tentang olahraga terutama sepakbola, akun yang bermarkas di San Fransisco, California itu memang terbilang kompeten dan atraktif dalam menyajikan berita-berita, sangat menarik dilihat, loh ini kenapa malah jadi bahas akunnya.

Muncul lah berita di akun tersebut mengenai Paris Saint-Germain atau yang lebih populer kita sebut dengan piesji PSG yang akan melawan Les Herbiers di Coupe de Ligue atau jika dialih bahasakan menjadi Piala Liga-nya Prancis. Tak menarik memang karena lawan yang dihadapi PSG juga tak sebanding dengan superiornya klub itu di Liga Prancis, bahkan tim Ibukota tersebut menghajar habis AS Monaco yang notabene adalah saingan terdekatnya berada di peringkat kedua di Liga Prancis, apalagi ini Les Herbiers, dari namanya saja kita akan bingung sendiri, udah susah nyebutinnya menulis nama klubnya juga tak kalah rumit.

Olok-olokan pun semakin menjadi untuk para warganet yang memang suka sekali dengan perundungan, membunyikan untuk PSG menurunkan tim-tim mudanya, bahkan tim mudanya saja masih terlalu kuat untuk Les Herbiers, duh.

Jika pemain muda yang dimaksud adalah seperti Kylian Mbappe (19) Giovani Lo Celso (22) Presnel Kimpembe (22) hingga Adrien Rabiot (23) duh ini pemain muda yang sudah senior namanya, mungkin jika dihadapkan dengan Paris Saint-Germain B yang menurut situs transfermarkt mempunyai nilai 800 ribu Euro sedangkan Les Herbiers diperkirakan seluruh pemain berharga total sekita 4 juta Euro jelas lebih masuk akal disbanding skuat utama PSG yang berkisar 775 juta Euro, Seratus Sembilan Puluh Tiga (193) kali lipat wow fantastis ! dengan mudah pun kita berkata tentu Les Herbiers akan dilipat-lipat oleh PSG di Final nanti.

Meskipun Partai Final baru akan digelar nanti pada tanggal 8 mei 2018 di Stade de France, markasnya RC Lens, namun PSG tetap fokus menghadapi Les Herbiers di partai final kelak, ini terlihat dari ucapan Manager PSG, Unai Emery, “Ini pertandingan final, perebutan gelar, ini Coupe de France. Jika mereka bisa lolos ke final, itu artinya mereka memang layak ke final,” kata Emery setelah kemenangan 3-1 atas Caen di babak semifinal.

“Banyak tim lain gagal ke final, karena mereka tak melakukannya dengan baik. Selamat buat Les Herbiers yang mengalami momen bersejarah, juga buat kami, yang akan bertanding di Stade de France. Ini momen unik dalam hidup. Respek terbaik adalah bermain untuk menang.” Lanjut Emery.

Jauh dari hiruk-pikuk, Les Herbiers mampu menembus final  langkah yang mereka lalui dimulai dari putaran pertama mengalahkan klub amatir, Angoulême CFC kemudian bertemu FC Saint-Lo di putaran kedua, barulah di putaran ketiga bertemu tim yang lumayan yaitu AJ Auxerre, di babak perdelapan final menang adu penalty atas tim Ligue 2 RC Lens hingga di semifinal mengalahkan sesama tim kasta ketiga Chamby 2-0 yang lolos dari hadangan tim Ligue 1 Strasbourg.

Tak ada satupun media internasional yang meliput perjuangan Les Herbiers dari paling bawah, karena memang kita titdak tertarik akan sesuatu yang tidak mempunyai nama/brand.

Kecenderungan kita yang lebih senang sesuatu yang ‘bernama’ itulah yang semakin hari semakin dapat dimanfaatkan oleh media, media lebih senang menawarkan sesuatu yang mempunyai ‘nama’ maka tak heranlah kini muncul kekuatan-kekuatan baru di sepakbola seperti Manchester City yang rela menghabiskan dana ratusan triliun hanya untuk bisa memunculkan namanya di dunia internasional. Perlahan Manchester City mulai menuai apa yang ditabur dahulu, kini siapa yang tak kenal dengan Manchester City meskipun belum dapat menyamai tetangganya Manchester United dalam hal prestasi namun paling tidak nama Manchester City kini sudah dapat dikatakan mendekati Manchester United dalam hal popularitas.

Apa yang dilakukan Les Herbiers memang tak lazim, lagipula ini Sepakbola Prancis yang tak sepopuler Inggris atau Italia, lolosnya Herbiers ke Final seperti sesuatu yang telah terlewatkan sama halnya dengan Quevilly yang juga lolos pada tahun 2012 silam namun kandas 1-0 di tangan Olympique Lyon.

Leicester City sempat menggegerkan dunia di musim 2015/2016 namanya mulai terangkat naik ke permukaan saying, Leicester City tak sanggup bertahan di permukaan hingga kini kembali tenggelam dan perlahan mulai dilupakan. Karena yang selalu kita tunggu adalah kejutan-kejutan yang terjadi di dunia sepakbola, keberhasilan tim-tim underdog yang menyingkirkan tim besar bergelimpangan harta dan trofi  dimana semua orang selalu antusias mendengar cerita  tentang itu, yang bahkan cerita itu mampu meningkatkan gairah dan semangat seseorang.

Maka apa yang harus dilakukan oleh Les Herbiers selanjutnya adalah memenangkan Partai Final nanti, karena yang juara saja mulai dilupakan apalagi yang menjadi runner-up, bodoamatlah.

Les Herbiers tak punya uang yang berlimpah, Les Herbiers tak punya pemain bergaji mewah, namun Les Herbiers punya daya juang yang tak mau kalah, Les Herbiers harus menang demi kenikmatan kami pencinta sepakbola yang musim ini mengalami stagnansi kejutan karena terlalu dominannya tim-tim besar.

Meskipun kecil, namun letupanmu tetap kami butuhkan Les Herbiers, agar kelak dapat kami bercerita bahwa ternyata materi bisa dikalahkan oleh semangat yang berapi-api.

Eh tak terasa sudah larut sore, terlalu dalam lamunanku,

 yuk pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarga,

Karena keluarga adalah harta yang paling tak ternilai harganya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *