Sektor Pariwisata Sumbang 51 Persen PAD Bintan

Era otonomi menuntut setiap Pemerintah Daerah harus lebih mandiri dan kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan serta aktif mencari berbagai peluang yang bisa dijadikan sumber pemasukan kas daerah.

Sedangkan untuk menyikapi defisit keuangan akibat dari penurunan dana perimbangan berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi setiap tahunnya, Bupati Bintan, Apri Sujadi harus melakukan rasionalisasi dan efisiensi belanja di setiap perangkat daerah.

“Rasionalisasi program kerja perangkat daerah serta efisiensi belanja merupakan salah satu formulasi kerja yang harus dilakukan setiap tahunnya,” ujarnya, Selasa (10/4).

Pada tahun 2018, komponen pendapatan daerah didominasi dari pajak daerah sebesar 73,6%, retribusi daerah sebesar 4,3%, hasil pengelolaan kekayaan alam sebesar 5,5% serta pendapatan asli daerah yang sah lainnya sebesar 16,6%.

“Saat ini kontribusi pendapatan daerah yang terbesar berasal dari sektor pajak daerah yang sumbernya masih didominasi oleh pajak hotel dan pajak restoran. Kontribusi terbesar terhadap PAD terbanyak dari sektor pariwisata yaitu 51% total PAD,” ujarnya.

Perkembangan APBD Kabupaten Bintan juga mengalami peningkatan. Tahun 2017 APBD Kabupaten Bintan sebesar Rp. 986 milyar, ditahun 2018 naik menjadi Rp. 1,06 Triliun. Sementara pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,09%, terjadi peningkatan pada tahun 2017 mencapai 6,01%. Laju Inflasi di Kabupaten Bintan 3,37% dan realisasi investasi mencapai 10,4 Triliun Rupiah. (Pemkab Bintan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *