Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sesaat setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi di Jakarta. (Dok. Humas Pemprov Kepri)

Ucapan syukur langsung disampaikan Gubernur H Nurdin Basirun usai menghadiri pertemuan terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (27/02) petang. Apalagi semua usulan proyek strategis yang diusulkan dalam pertemuan khusus itu direstui Presiden Jokowi.

Rencana investasi yang kami sampaikan, Alhamdulillah semua disetujui Bapak Presiden. Para Menteri diminta mem-follow up ini semua dan mencari aturan supaya investasi yang masuk dipermudah,” kata Nurdin, di hadapan puluhan wartawan sesaat setelah keluar dari Istana Negara.

Ada tujuh proyek strategis yang dibawa dalam pertemuan itu. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan Batam LRT (Ligy Rapit Transit).

Untuk Jembatan Batam Bintan, rencana pembangunannya menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang tujuh kilometer.

Menurut Nurdin, pembangunan ini meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri serta pasokan air bersih/gas dari Batam-Bintan. Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa.

Total investasi yang siap dikucurkan investor sebesar Rp7,1 T. Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner.

Untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp20 T. Kawasan ini nantinya menjadi sebagai pelabuhan peti kemas modern, container yard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas dwelling time. Target kapasitas 5 juta TEUs per tahun.

KEK Galang Batam memang sudah ditetapkan dengan PO Nomor 42 tahun 2017. Hingga akhir 2017, nilai investasi yang sudah direalisasikan mencapai Rp1,1 triliun dari total rencana investasi Rp36,2 T.

Dalam pertemuan itu, Nurdin menyampaikan agar segera ditetapkannya Keppres tentang Dewan Kawasan. Karena berkasnya sudah ada, saat pertemuan itu, Jokowi langsung menandatangani Keppresnya.

Soal KEK Galang Batang, tadi Bapak Presiden di depan saya langsung menantangani Keppres untuk Dewan Kawasan,” kata Nurdin.

Nurdin yakin realisasi investasi di Galang Batang semakin cepat. Investor akan langsung melakukan pembangunan jalan, pelabuhan termasuk energi untuk mendukung industri tersebut.

Untuk KEK Pulau Asam akan dijadikan pusat pengumpul migas, indistri dan container yard dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional. Nurdin menyampaikan untuk kawasan ini Presiden langsung memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menuntaskan persoalan terkait.

Untuk pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, rencananya akan dilakukan beberapa pengembangan dengan tujuan untuk memodernisasi sarana dan prasarana, pengembangan container yard, pengembangan port management system. Kapasitasnya yang dalam setahun hanya 400 ribu TEUs akan menjadi satu juta TEUs.

Sementara untuk Batam Light Rail Transit dikembangkan untuk penyediaan transportasi masa, murah dan mampu mengatasi kemacetan. Rute yang direncanakan mulai dari Hang Nadim – Nagoya, Tanjunguncang-Mukakuning-Batam Center. Demikian Bandara Hang Nadim akan terus dikembangkan berbagai fasilitasnya.

Strategisnya Kepri pada pertemuan itu dipaparkan Nurdin secara singkat. Jika dikelola secata baik, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ahamdulillah semua direspon dan diminta dilaksanakan segera. Saya bilang ini Hadiah untuk Masyarakat Kepri dari 10 Tahun Pak Presiden Memimpin Indonesia,” kata Nurdin sumringah.

Pada pertemuan itu, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dari Kepri, Gubernur didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Asisten Ekbang Syamsul Bahrum, Karo Pembangunan Aries Fhariandi, Kadis PU Abu Bakar, Kadis Perhubungan Jumhur Ismail, Kadisperindag Burhanuddin, Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Kawasan dan Investasi Jhon Kenedy dan Direktur PT Bintan Alumina Indonesia Santoni.

Setelah semua proyek disetujui, akan meningkatkan ekonomi Kepri dan nasional,” kata Nurdin.(Humas Pemprov Kepri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *