TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Momen pelepasan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pelita Insani Tanjungpinang tahun ajaran 2024/2025 berlangsung penuh makna.
Tidak seperti biasanya, kegiatan ini digelar di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Rabu (18/6/2026), dengan tujuan menanamkan nilai-nilai sejarah kepada anak-anak sejak usia dini.
Pengelola PAUD Pelita Insani, Devi Yanti Nur, menjelaskan, pemilihan lokasi museum bukan tanpa alasan. Hal ini sejalan dengan pendekatan deep learning yang diterapkan, yaitu pembelajaran bermakna yang menghubungkan anak dengan proses dan nilai kehidupan.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung jejak sejarah dan kebesaran masa lalu, terutama kejayaan Kerajaan Riau-Lingga. Tema kami tahun ini: ‘Kejar Masa Depan, Hingga Prestasimu Dicatat Sejarah’,” ujar Devi saat membuka acara.
Menurut Devi, fase pondasi pada usia PAUD sangat penting dalam membentuk karakter, mental, dan kesiapan anak menuju jenjang pendidikan dasar. Ia juga menegaskan, kegiatan pelepasan ini tetap dibuat sederhana dan tidak membebani para orang tua.
“Alhamdulillah, acaranya sederhana namun penuh hikmah. Kami tidak membebani biaya, karena yang terpenting adalah makna di balik acara ini,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Tim Pengelola Museum, Rambe, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap museum bisa semakin dikenal masyarakat, termasuk anak-anak.
“Kami senang sekali museum ini dikunjungi anak-anak. Mohon hati-hati saat berada di ruangan adat, karena sedang ada perbaikan ringan,” kata Rambe.
Anak-anak kemudian dipandu oleh Rendi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang. Mereka diperkenalkan pada berbagai koleksi sejarah, seperti mata uang batu, Dolar Kepulauan Riau, perahu tradisional, hingga alat tangkap nelayan zaman dulu.
“Adek-adek, dulu kita punya uang batu, bentuknya seperti topi dan mangkok. Kita juga pernah punya mata uang sendiri, namanya Dolar Kepulau Riau, jauh sebelum Indonesia merdeka,” ujar Rendi sambil mengajak anak-anak menyusuri setiap lorong museum.
Salah satu orang tua murid, Luluk, menyampaikan rasa bahagianya. “Kami juga baru tahu sejarah ini. Bangga sekali, ternyata kita berasal dari bangsa besar. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk pengetahuan anak-anak,” katanya.
Di akhir acara, para siswa menerima sertifikat kelulusan. Devi pun mengingatkan para orang tua, agar terus mendampingi anak-anak melanjutkan kebiasaan baik.
“Apakah ananda siap tetap menjalankan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat? Bangun pagi, beberes, tanpa nangis dan drama, salat Subuh, olahraga, dan sarapan sendiri?” tanya Devi.
Dengan semangat, para murid menjawab serempak, “Siap!”, diiringi senyum dan tepuk tangan para orang tua. (zek)
BERITA TERKAIT:
LIS RAJA Menang, Program Tanjungpinang Berbenah Segera Dimulai
Dewi Ansar Lantik Bunda PAUD se-Kepri, Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas
