Merokok Bukan Keren-kerenan, Kampanyekan Bahaya Racun Tembakau

Suasana pelantikan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Provinsi Kepri di Hotel Sahid Batam, Sabtu (16/9/2023). (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Ketua Umum Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Pusat, Tuti Kresna Spi melantik Ketua WITT Provinsi Kepri, Dewi Triyanawati SH di Hotel Sahid Batam, Sabtu (16/9/2023).

“Kita mengurusi yang tidak merokok jangan sampai ikutan merokok. Dan mensosialisasikan bahaya racun tembakau,” ujar Tuti yang melantik kepengurusan WITT Provinsi Kepri periode 2023-2028.

Turut mendampingi Dewi Triyanawati yaitu Wakil Ketua Ir Nurhayati, Sekretaris Sintasari Murti serta Pembina dr Retno Murti Laila SpA.

Ketua Umum WITT, Tuti Kresna Spi, mengatakan, Provinsi Kepri merupakan provinsi yang kedelapan dalam pengembangan organisasi WITT di seluruh Indonesia.

Ia juga berpesan kepada semua pengurus yang telah dilantik, agar tetap konsisten dan komitmen menjalankan tugas dan fungsi organisasi.

“Dukungan dari semua pihak juga diperlukan, agar bisa menjalankan tugas dengan baik,” ujar Tuti di sela-sela kegiatan.

Dikatakannya, secara luas, WITT bekerja sama dengan badan kesehatan dunia, dalam hal ini World Health Organization (WHO).

BACA JUGA:   Waspada Penipuan, BPJS Kesehatan Tidak Pernah Memberhentikan Kepesertaan JKN

Dengan pemerintah Indonesia sendiri, selama ini telah terjalin komunikasi yang baik, serta mendapatkan dukungan penuh, baik itu dilembaga eksekutif maupun legislatif.

“Salah satu regulasi yang berhasil kami tembus itu adalah, tidak boleh merokok di tempat atau fasilitas umum. Ke depan, kita terus mendorong pemerintah agar lebih mengkampanyekan pentingnya kesehatan,” kata Tuti.

Dijelaskan Tuti, ada lima poin yang selalu jadi program kerja WITT, dan akan ditukarkan ke semua provinsi yang telah terbentuk.

Di antaranya sosialisasi, penyuluhan, kegiatan kemanusiaan, komunikasi dengan pemangku jabatan, baik itu eksekutif maupun legislatif.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang hadir dalam acara pengukuhan menyampaikan, peran semua elemen masyarakat sangat diperlukan menjaga lingkungan yang sehat.

Menurutnya, dengan lingkungan yang bersih, hal tersebut akan berpengaruh kepada masyarakat yang perokok aktif tidak lagi sembarangan merokok.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR dan Kemenkeu Serahkan Dua Rusun ke BP Batam

“Saya minta kepada ketua yang baru saja dilantik, agar membantu pemerintah dalam mensosialisasikan hidup sehat,” kata Rudi.

Rudi yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam menyebutkan, saat ini fasilitas kesehatan Kota Batam sedang menuju ke arah yang lebih baik.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan yang sehat.

“Fasilitas kesehatan terus kita benahi. Tapi, menjaga lingkungan yang sehat itu juga sangat penting,” ajak Rudi.

Ketua WITT Kepri, Dewi Triyanawati, mengatakan, kepengurusan WITT Kepri ini terdiri dari berbagai kalangan profesi. Seperti pengusaha, dokter, konsultan, praktisi, dan lainnya.

“Pengurus WITT Kepri siap menjalankan organisasi sesuai visi dan misi yang telah ditentukan pusat,” ucap wanita berparas cantik ini.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan, setelah dirinya dan semua anggota dikukuhkan, Ia berharap semua pengurus serius dan penuh tanggung jawab mengkampanyekan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:   Sosialisasi PP Sedimentasi Laut, KKP: Pengerukan Pasir Laut Tak Rusak Ekosistem

Menurut Dewi, tujuan oraganisasi WITT ini, sangat mulai yaitu menekan jumlah angka perokok terutama perempuan, anak-anak usia dini, dan remaja.

Adapun cara yang bisa dilakukan yakni dengan mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan pada wanita, remaja dan masyarakat umum khususnya bagi anak-anak supaya mereka tahu akan bahaya rokok untuk kesehatan mereka.

“Langkah awal yang akan dilakukannya setelah pelantikan ini, pertama-tama pihaknya akan mengedukasi anak-anak sekolah, tentang bahaya racun tembakau,” tegasnya.

Kemudian, seluruh pengurus dan anggota WITT sepakat, tembakau itu tidak berbahaya. Namun, racun yang ditimbulkan setelah dibakar itu yang harus menjadi perhatian bersama.

“Paling tidak, kita fokus yang belum merokok, terutama yang masih duduk di bangku sekolah. Jangan sampai terlalu dini anak-anak mengenal rokok. Pola pikir anak harus ditanamkan, merokok itu bukan keren-kerenan,” ungkap Dewi. (amr)