Merek-merek China Dorong Peningkatan Besar Dalam Penjualan EV di Pasar Indonesia

Penjualan EV di Pasar Indonesia
Salah satu keluarga berfoto dengan mobil BYD M6 dalam acara perayaan satu tahun peluncuran M6 yang berlangsung di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, pada 14 Juni 2025. (Sumber: PT BYD Motor Indonesia)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Penjualan mobil listrik di Indonesia pada paruh pertama tahun ini, mencatatkan lonjakan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kehadiran merek-merek China telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di dalam negeri.

Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pengiriman dari pabrik ke dealer atau penjualan grosir (wholesale) kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/ BEV) pada paruh pertama 2025 mencapai 36.522 unit, melonjak 206 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Merek-merek China menyumbang 96 persen dari total penjualan tersebut, terutama BYD yang berkontribusi lebih dari sepertiganya. Lima merek mobil listrik paling laris di Indonesia berdasarkan peringkatnya adalah BYD, Denza, Wuling, Chery, dan Aion.

Peningkatan penjualan tersebut, sejalan dengan tren penurunan harga EV di tengah semakin banyaknya merek baru yang masuk ke Indonesia dan semakin gencarnya lokalisasi produksi. Sejumlah merek China seperti Morris Garage (MG), Neta, hingga Chery telah memangkas harga mobil listriknya dalam setidaknya dua tahun terakhir.

Wuling menampilkan hasil kerja sama modifikasi untuk mobil listrik terbarunya, Mitra EV, dalam upacara peringatan tahun kedelapan Wuling beroperasi di Indonesia yang berlangsung di Cikarang, Provinsi Jawa Barat, pada 11 Juli 2025. (F. Xinhua)

Pengamat otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, dan pengamat otomotif Bebin Djuana, sebelumnya mengatakan kepada Xinhua bahwa penurunan harga ini berpotensi membuat masyarakat semakin antusias beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Faktor lain yang mendorong peningkatan penggunaan BEV adalah semakin banyaknya varian yang bisa dipilih masyarakat, yang tidak hanya terbatas pada kendaraan keluarga tetapi juga untuk keperluan lain.

Sebagai contoh, merek Wuling belum lama ini memperkenalkan mobil listrik komersial pertamanya yang diklaim multifungsi dan dapat digunakan sebagai angkutan umum kota, truk makanan (food truck), hingga ambulans. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Chery Sukses Catat 2.000 Lebih SPK Mobil Listrik J6

BYD Jual Lebih dari 13.000 Unit Mobil Listrik di Indonesia dalam 5 Bulan

GAC Aion Luncurkan Mobil Listrik Keempatnya di Indonesia

GAC Aion Mulai Distribusikan 300 Unit Mobil Listrik Ikonik Hyptec HT

Belum Genap Setahun, Mobil Listrik BYD Miliki Puluhan Diler di Indonesia

Produsen Mobil China Tunjukkan Dominasi di Pameran Otomotif Terbesar di Indonesia

 

Exit mobile version