Whoosh Semakin Diminati Wisman, Penumpang Asal Malaysia Capai 1.150 per Hari

Penumpang berpose untuk difoto berlatarkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), atau yang dikenal sebagai Whoosh, di peron Stasiun Halim, Jakarta, pada 2 Juni 2026. (F. Xinhua/Zhang Yisheng)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Data terbaru dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah melayani 403.600 perjalanan penumpang warga negara Malaysia, mencakup 42,8 persen dari total 944.100 perjalanan penumpang warga negara non-Indonesia. Dengan demikian, Malaysia tetap menjadi sumber penumpang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar untuk Whoosh selama periode tersebut.

Menurut data itu, Whoosh mencatatkan 105.100 perjalanan penumpang warga Malaysia pada periode Januari hingga Agustus 2026, atau setara dengan 40 persen dari total perjalanan penumpang warga negara asing. Pada September saja, warga Malaysia rata-rata membeli 1.150 tiket Whoosh per hari.

Para penari menampilkan Tari Merak dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat untuk menyambut kedatangan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal juga sebagai Whoosh, di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026. (F. Xinhua/Septianjar Muharam)

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan, tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan bahwa Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia. Whoosh memudahkan wisatawan dengan menggabungkan agenda wisata di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi di Jawa Barat dalam satu perjalanan.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva.

Penumpang berpose untuk difoto berlatarkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), atau yang dikenal sebagai Whoosh, di peron Stasiun Halim, Jakarta, pada 2 Juni 2026. (F. Xinhua/Zhang Yisheng)

Peningkatan minat wisatawan Malaysia turut didukung oleh kolaborasi antara biro perjalanan di Malaysia dengan biro perjalanan di Jakarta dan Bandung. KCIC terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai biro perjalanan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung perjalanan lainnya.

Sejumlah besar penumpang asal Malaysia membagikan pengalaman mereka menggunakan Whoosh di media sosial. Mereka memuji kenyamanan layanan, harga yang terjangkau, serta ketepatan waktu perjalanan yang ditawarkan.

Sejumlah penumpang berpose untuk difoto berlatarkan model rangkaian kereta electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di ruang tunggu Stasiun Halim di Jakarta pada 24 April 2025. (F. Xinhua/Xu Qin)

Sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat pasar tersebut, KCIC datang langsung ke Malaysia dengan mengikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur dan melaksanakan sales mission di Penang. Melalui kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara membeli tiket, konektivitas Jakarta-Bandung, serta peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.

Berdasarkan interaksi tim KCIC selama kegiatan di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi oleh solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil. Sebagian lainnya melakukan perjalanan menggunakan paket wisata. Mereka umumnya menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau sebaliknya, dalam perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam.

Wisatawan Malaysia banyak memilih wisata kuliner di Bandung, berbelanja dan menikmati wisata urban Jakarta, serta mengunjungi kawasan wisata alam Jawa Barat seperti Lembang dan Ciwidey. Whoosh tidak hanya digunakan sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman yang ingin mereka coba ketika berkunjung ke Indonesia.

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 20 Mei 2025 ini, menunjukkan rangkaian kereta electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang, Padalarang, Provinsi Jawa Barat. (F. Xinhua/Xu Qin)

Sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara. KCIC terus memperkuat edukasi mengenai cara pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Whoosh, situs web ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutup Eva. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Angkut 184 Ribu WNA, Wisatawan Malaysia Dominasi Penumpang Asing Whoosh Selama H1 2026

Meriahkan HUT ke-81 Jawa Barat, KCIC Hadirkan Seni Budaya Sunda di Stasiun dan Perjalanan Whoosh

Layani 126.000 Lebih Penumpang saat Libur Panjang, Whoosh Kembali Buktikan Kemampuan Berikan Layanan Berkualitas Tinggi

Jajaran CEO Perusahaan Kereta ASEAN Uji Kecanggihan Kereta Cepat Whoosh

 

Exit mobile version