HOUSTON (Kepri.co.id – Xinhua) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Jumat (13/6/2025) mengisyaratkan, serangan Israel dapat membantu pemerintahannya mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran.
Ketika ditanya oleh media Axios tentang apakah serangan Israel dapat merusak jalannya negosiasi, Trump menjawab, “Saya tidak berpikir demikian. Justru mungkin sebaliknya. Mungkin sekarang mereka akan bernegosiasi dengan serius.”
“Saya tidak bisa membuat mereka mencapai kesepakatan dalam 60 hari. Mereka sudah hampir mencapainya, seharusnya sudah mencapainya. Mungkin sekarang kesepakatan itu akan terwujud,” kata Trump.
Menurut laporan Axios, Trump telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melalui panggilan telepon pada Jumat (13/6/2025) untuk pertama kalinya sejak serangan Israel ke Iran sebelumnya di hari yang sama.
Meski demikian, Trump menolak memberikan rincian mengenai panggilan tersebut dan tidak ingin mengomentari, apakah Netanyahu meminta AS untuk bergabung secara langsung dalam operasi tersebut, kata laporan Axios.
Dalam beberapa sesi wawancara via telepon dengan sejumlah media pada Jumat (13/6/2025), Trump berulang kali mendesak Iran, membuat kesepakatan nuklir guna menghindari serangan Israel lebih lanjut yang menurutnya akan “lebih brutal.”
“Mereka kehilangan kesempatan membuat kesepakatan. Sekarang, mereka mungkin punya kesempatan lain. Kita lihat saja nanti,” kata Trump kepada NBC News.
“Bagaimanapun, mereka masih bisa mencapai kesepakatan, belum terlambat,” ujar Trump kepada Reuters.
“Iran harus membuat kesepakatan, sebelum (kesempatannya) habis tak bersisa,” tulis Trump di platform media sosial Truth Social pada Jumat (13/6/2025) pagi waktu setempat.
Menurut pemberitaan Reuters, Departemen Luar Negeri AS telah memberi tahu Qatar dan beberapa sekutu AS lainnya di Timur Tengah, beberapa jam sebelum Israel menyerang Iran.
Trump juga mengatakan kepada The Washington Post pada Jumat (13/6/2025), bahwa dirinya tahu Israel akan menyerang Iran.
“Saya selalu tahu tanggalnya,” kata Trump. “Karena saya tahu segalanya. Saya tahu segalanya. Saya tahu segalanya.” (hen)
BERITA TERKAIT:
Pemimpin Tertinggi Iran Cap AS sebagai “Kaki Tangan Pasti” dalam “Kejahatan” Israel Setelah Veto PBB
Wawasan Dunia: Perundingan Iran-AS Dilanjutkan, tetapi Bisakah Kepercayaan Dibangun?
Tanggapi Resolusi IAEA, Iran Perintahkan Aktivasi Peranti Sentrifugal “Canggih”
Iran Gelar Upacara Pemakaman Komandan Senior IRGC yang Tewas Dalam Serangan Israel
Buntut Serangan Rudal ke Israel, Iran Dijatuhi Sanksi oleh AS
Iran: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Akibat “Proyektil Jarak Pendek”
Presiden Iran Bersumpah akan Beri Respons “Kuat” terhadap Serangan Israel
IRNA Sebut Panglima Tertinggi IRGC Tewas Akibat Serangan Udara Israel ke Teheran
