3.624 UMKM Kepri Ikuti Pelatihan, Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas

3.624 UMKM Kepri Ikuti Pelatihan, Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Lebih Luas
Peserta pelatihan UMKM naik kelas di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (11/6/2025). (F. Devi)

TANJUNGPINANG (Kepri.co.id) – Sebanyak 3.624 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersiap naik kelas melalui program pelatihan intensif yang digelar di tiga daerah, yakni Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal agar lebih tangguh dan mandiri.

”Saya mewakili Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Misi kita, mewujudkan UMKM yang naik kelas dan kuat di Kepri,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi SSTP MSi saat membuka pelatihan di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (11/6/2025).

Menurut Riki, pihaknya mendapat amanah besar dari Gubernur dan juga program nasional, untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM serta mendirikan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Kepri.

”Pelatihan ini telah melalui konsultasi dengan Kementerian UMKM, dan akan melibatkan kelompok masyarakat serta asosiasi, agar penyebaran informasinya lebih luas dan cepat,” jelasnya.

Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dan dilanjutkan dengan pembentukan klaster UMKM berdasarkan bidang usaha dan kapabilitas masing-masing pelaku. Riki menegaskan, pelatihan ini bukan hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut hingga tahap inkubasi usaha.

Berbagai narasumber berkompeten dilibatkan, mulai dari pendamping UMKM, konsultan bisnis, pengusaha sukses, perwakilan perbankan, akademisi, ahli teknologi informasi, hingga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Setiap kelas akan mengusung tema berbeda, seperti inovasi produk dan teknologi, peningkatan kualitas dan kemasan, pemasaran digital, perlindungan usaha, hingga akses permodalan.

”Seluruh kegiatan ini didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2025,” ungkap Riki dengan semangat.

Riki, yang dikenal sebagai Kadis termuda di lingkungan Pemprov Kepri dan berpengalaman dalam bidang UMKM sejak awal kariernya, turut membagikan pengalamannya mengembangkan produk olahan hasil laut Bintan yang sukses menembus pasar ekspor.

Ia menyebutkan, peserta terbaik dari pelatihan ini akan mendapatkan kesempatan mengikuti program inkubasi usaha lanjutan di Jakarta.

”Harapan kami, pelatihan ini berdampak signifikan terhadap kemajuan UMKM Kepri dan mampu melahirkan produk unggulan yang beromzet tinggi,” ujarnya.

Salah satu peserta, Via, mengaku sangat terinspirasi mengikuti pelatihan ini.

”Kami merasa tergugah, dipacu, dan ditempa menjadi lebih profesional dan kreatif. Terima kasih kepada Gubernur Kepri, Bapak Ansar Ahmad, atas komitmennya membangun UMKM yang berdaya saing,” ucapnya.

Selain menghadirkan tokoh nasional, pelatihan ini juga menghadirkan pengusaha muda lokal seperti Mohd Qoyyum, owner Dsayur dan pengembang lima unit bisnis di sektor pangan, yang turut membagikan kisah sukses dan tips praktis dalam dunia usaha. (dev)

 

Exit mobile version