Cegah Rabun Jauh pada Anak, China Umumkan Kebijakan Baru Waktu Tidur 10 Jam

Cegah Rabun Jauh pada Anak, China Umumkan Kebijakan Baru Waktu Tidur 10 Jam
Tim dokter mengajarkan pengetahuan tentang perlindungan mata kepada anak-anak di Yinchuan, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, pada 28 Mei 2022. (F. Xinhua/Ai Fumei)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemerintah China meluncurkan sejumlah langkah baru, mencegah dan meredam laju pertambahan kasus miopia (rabun jauh) di kalangan anak-anak, karena rabun jauh masih menjadi masalah sosial di negara tersebut.

Berbagai upaya harus dilakukan guna memastikan siswa taman kanak-kanak (TK) mendapatkan waktu tidur lebih dari 10 jam setiap hari, sementara siswa sekolah dasar (SD) mendapatkan 10 jam penuh waktu tidur setiap hari.

Baca Juga: Potret Dedikasi Seorang Guru Bantu Rajut Harapan Anak-Anak Daerah Terpencil di China

Demikian menurut sebuah dokumen yang dirilis bersama oleh Kementerian Pendidikan China, Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/ NHC) China, serta Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (National Disease Control and Prevention Administration/ NDCPA) China pada Oktober 2024.

Siswa TK harus melakukan kegiatan di luar ruangan minimal dua jam setiap hari, dan sekolah-sekolah harus mengatur siswanya agar ke luar dari ruang kelas selama jam istirahat, papar dokumen itu.

Dokumen tersebut menetapkan, sekolah-sekolah dasar harus memastikan kepatuhan terhadap kebijakan “pengurangan ganda”, yang bertujuan mengurangi pekerjaan rumah yang berlebihan serta durasi les sepulang sekolah bagi para siswa.

Pelajaran daring harus dibatasi menjadi 30 menit per jam pelajaran, dan harus ada jeda setidaknya 10 menit di sela-sela jam pelajaran, sebut dokumen itu.

Baca Juga: Ilmuwan China Kembangkan Robot Humanoid dengan Ekspresi Wajah yang Realistis

Qu Jia, Presiden Grup Rumah Sakit Mata Universitas Kedokteran Wenzhou, mengatakan, dokumen itu menunjukkan tekad dan aksi otoritas pendidikan China dalam meningkatkan perkembangan siswa secara menyeluruh, serta mencerminkan komitmen yang kuat terhadap pertumbuhan anak-anak yang sehat.

Data statistik resmi terbaru menunjukkan, sebanyak 51,9 persen anak-anak dan remaja di China mengalami rabun jauh atau miopia, meski terdapat sedikit penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

China sedang menggiatkan upaya mengatasi prevalensi miopia di kalangan anak-anak dan remaja, yang bertujuan mencapai serangkaian target per tahun 2030.

Target-target ini, termasuk mempertahankan tingkat miopia sekitar 3 persen pada anak-anak berusia enam tahun, dan memastikan tingkat miopia di kalangan siswa SD tetap di bawah 38 persen.

Dalam beberapa tahun terakhir, China merilis dan memperbarui pedoman yang bertujuan menurunkan kasus miopia di kalangan anak-anak, sekaligus meluncurkan kampanye meningkatkan kesadaran akan masalah ini.

Baca Juga: UNJ dan Perguruan Tinggi China Jalin Kerja Sama Pendidikan di Bidang Bioteknologi

Langkah-langkah baru tersebut menekankan pentingnya upaya pencegahan, menyerukan upaya bersama antara pihak otoritas, sekolah, lembaga kesehatan, dan orang tua.

Sekolah-sekolah dasar harus membeli meja dan kursi, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Sedangkan ruang kelas, asrama, dan perpustakaan harus dilengkapi fasilitas pencahayaan yang mendukung kesehatan mata, sebagaimana tertulis dalam dokumen itu.

Taman kanak-kanak harus melakukan tes penglihatan untuk siswa setiap enam bulan sekali, dan sekolah-sekolah dasar harus memantau penglihatan siswa dua kali per semester, urai dokumen tersebut.

Baca Juga: Pendidikan Bantu Tingkatkan Kerja Sama dan Pertukaran Antara China dan Indonesia

Berbagai upaya juga harus dilakukan membimbing anak-anak agar meminimalkan penggunaan perangkat elektronik, serta mendorong siswa SD agar menggunakan produk elektronik dengan cara yang ilmiah dan sesuai aturan, imbuh dokumen tersebut. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version