BATAM, Kepri.co.id – Penanganan banjir menjadi salah satu pekerjaan penting Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Walikota Dr Amsakar Achmad SSos MSi dan Wakil Walikota Li Claudia Chandra.
Bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, berbagai langkah percepatan dilakukan untuk membenahi sistem drainase dan mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Keseriusan tersebut diwujudkan melalui pembangunan saluran drainase baru, peningkatan kapasitas saluran, pembangunan kolam retensi, hingga pemeliharaan dan normalisasi drainase di sejumlah kawasan.
Berdasarkan pemetaan dan pembagian kewenangan penanganan, terdapat 167 titik banjir dan genangan di berbagai wilayah Batam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 titik menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, 33 titik ditangani BP Batam, sedangkan satu titik berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Data tersebut, menunjukkan penanganan banjir membutuhkan kerja bersama lintas instansi. Selain pembangunan infrastruktur, ketepatan menentukan lokasi prioritas dan keberlanjutan pemeliharaan saluran juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko genangan.
Walikota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi, menegaskan, persoalan banjir mendapat perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur drainase harus terus ditingkatkan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan dan kebutuhan penanganan di setiap wilayah.
“Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas utama kami, karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur drainase terus kita lakukan secara bertahap, memperhatikan titik-titik rawan banjir serta kebutuhan penanganan di setiap wilayah,” ujar Amsakar.
Komitmen tersebut, tercermin dalam capaian pembangunan sepanjang 2025. Pemko Batam telah merealisasikan penanganan banjir seluas 33,15 Hektare dari target 99,22 Hektare yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) Kota Batam 2025-2030. Dengan demikian, realisasinya mencapai sekitar 33,4 persen dari target yang ditetapkan.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Simpang K-Square. Di lokasi ini, pembangunan sistem drainase dilakukan melalui penyediaan kolam retensi, untuk meningkatkan kemampuan kawasan menampung dan mengendalikan aliran air.
Pembangunan Kolam Retensi 1 telah dilaksanakan pada 2025. Selanjutnya, pekerjaan Kolam Retensi 2 dan 3 masih berproses pada 2026. Infrastruktur tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sistem drainase sekaligus menekan risiko genangan di kawasan sekitarnya.
Penanganan serupa juga menyasar sejumlah lokasi lain yang membutuhkan pembenahan saluran air.
Di antaranya pembangunan drainase di Jalan S Parman, kawasan GMP Piayu, Jalan R Suprapto di sekitar Perumahan Sawang Permai, serta kawasan Makam Pahlawan dan RS Graha Hermine.
Sementara itu, penanganan banjir di kawasan Bengkong direncanakan secara menyeluruh pada tahun anggaran 2027.
Di sisi lain, BP Batam turut mengambil bagian dalam memperkuat penanganan banjir, khususnya pada titik-titik yang menjadi kewenangannya.
Sejumlah pekerjaan yang ditangani BP Batam pada 2026 meliputi peningkatan saluran drainase antara Cendana dan KDA, di kawasan Seibeduk peningkatan drainase di Tanjungpiayu, serta pembangunan saluran box culvert dalam proyek peningkatan Jalan Gajah Mada, mulai dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani.
Pekerjaan lainnya juga dilaksanakan atau direncanakan di sejumlah kawasan berdasarkan kebutuhan dan tahapan penanganan.
Sinergi kedua lembaga tersebut menjadi penting, mengingat persoalan banjir tidak dapat diselesaikan melalui pembangunan di satu lokasi saja. Sistem drainase harus terhubung dan berfungsi secara optimal, mulai dari saluran lingkungan hingga saluran utama.
Karena itu, penanganan terus diarahkan berdasarkan pemetaan kondisi lapangan, pembagian kewenangan masing-masing instansi, serta ketersediaan anggaran.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemko Batam bersama BP Batam berharap, kapasitas drainase semakin meningkat, risiko genangan dapat ditekan, dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Percepatan penanganan banjir pun menjadi bagian dari komitmen Amsakar-Li Claudia dalam menghadirkan pembangunan, yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Batam. (amr/adv)
