Konferensi tentang Respons Kemanusiaan untuk Gaza Digelar di Yordania

F. xinhua-news.com

YORDANIA (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekretaris jenderal (sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para pemimpin negara-negara regional, dan diplomat tinggi Amerika Serikat (AS) berkumpul pada Selasa (11/6/2024) di Yordania, menekankan perlunya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dilanda konflik.

Dalam sebuah konferensi bertajuk “Seruan Aksi: Respons Kemanusiaan yang Mendesak untuk Gaza” (Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza), mereka menyerukan peningkatan upaya membantu warga Palestina di Gaza.

Konferensi tersebut, diselenggarakan bersama Yordania, Mesir, dan PBB, bertujuan mengembangkan respons kolektif terhadap situasi kemanusiaan yang mengerikan di daerah kantong Palestina itu.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Amman. (XHTV)

Dalam sambutannya pada konferensi tersebut, Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi, menyambut baik Resolusi 2735 yang diadopsi pada Senin (10/6/2024) oleh Dewan Keamanan PBB, yang mendukung perjanjian gencatan senjata komprehensif dan kesepakatan pertukaran sandera-tahanan antara Israel dan Hamas, serta masuknya bantuan kemanusiaan yang memadai dan berkelanjutan ke Gaza.

Dia menyerukan negara-negara untuk memaksa Israel berhenti “menggunakan kelaparan sebagai senjata” di Gaza, dan menyingkirkan hambatan dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di sana.

Mesir Lanjutkan Penerjunan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Utara

Sementara itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang juga menghadiri konferensi tersebut, mendesak dukungan terhadap program bantuan kemanusiaan yang disampaikan Otoritas Palestina dan negara-negara lain untuk membantu rakyat Palestina yang menderita.

“Pemerintah (Palestina) telah menyampaikan program bantuan, pemulihan layanan dasar, reformasi institusional, dan stabilitas keuangan dan ekonomi, serta telah mengumumkan kesiapannya untuk menjalankan tugas di Gaza, termasuk semua perlintasan ke jalur itu, seperti halnya di Tepi Barat,” kata Abbas.

Dia mendesak Dewan Keamanan dan komunitas internasional untuk menekan Israel, agar membuka semua perlintasan darat menuju Gaza dan menyerahkannya kepada pemerintah Palestina.

Selain itu, dalam konferensi tersebut, Sekjen PBB, Antonio Guterres, meminta masyarakat internasional mendukung peran penting Yordania membantu warga Gaza dan sebagai sebuah pusat regional utama untuk pekerjaan kemanusiaan, memuji Yordania atas upaya bantuannya, termasuk mengirimkan konvoi bantuan, melakukan pengiriman bantuan via udara, dan mendirikan rumah sakit lapangan.

Potret Timur Tengah: Warga Terima Bantuan Makanan di Kamp Jabalia di Gaza

“Pada akhirnya kita perlu gencatan senjata secepatnya. Kita semua sudah mengatakan hal ini selama berbulan-bulan. Mari berharap apa yang terjadi tadi malam di Dewan Keamanan akan membawa kemajuan nyata. Kita membutuhkan, seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pihak-pihak lainnya hari ini, sebuah jalan menuju perdamaian berkelanjutan, solusi dua negara yang menjamin keamanan seluruh masyarakat di kawasan tersebut,” ujar Martin Griffiths, Koordinator Bantuan Darurat PBB.

Saat berbicara dalam konferensi itu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengumumkan paket bantuan baru senilai lebih dari 400 juta Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.295) untuk rakyat Palestina.

Dia juga menyerukan Hamas menerima usulan gencatan senjata saat ini, yang menurutnya “adalah versi dari apa yang diusulkan Hamas,” sembari mendesak Israel “mengambil langkah lebih lanjut meminimalkan korban jiwa.”

Blinken menyoroti seruan Presiden AS, Joe Biden untuk segera melakukan gencatan senjata, menarik semua pasukan Israel dari Gaza, dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Selain itu, dia menggarisbawahi pentingnya pembebasan tahanan, pembangunan kembali institusi untuk memberikan layanan, dan rekonstruksi jalur tersebut, khususnya infrastrukturnya. (asa/ xinhua-news.com)

Exit mobile version