ISTANBUL (Kepri.co.id – Xinhua) – Turki pada Sabtu (9/11/2024) memperingati 86 tahun wafatnya Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki, dengan serangkaian acara di seluruh negara itu.
Pada pukul 09.05 pagi waktu setempat (atau 13.05 WIB), tepat pada saat Ataturk meninggal dunia di Istanbul tahun 1938 silam, bunyi sirene meraung, kapal-kapal membunyikan peluit mereka, lalu lintas terhenti, dan orang-orang berdiri diam sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang pemimpin tersebut.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Istanbul, Turki. (XHTV)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan anggota kabinetnya berpartisipasi dalam sebuah upacara kenegaraan di Anitkabir, mausoleum Ataturk di Ankara, ibu kota Turki.
Baca Juga: Turki Rayakan 101 Tahun Berdirinya Republik Turki
Di Istanbul, lalu lintas di Jembatan Martir 15 Juli, yang juga dikenal sebagai Jembatan Bosphorus dan membentang di Selat Bosphorus, berhenti saat warga ke luar dari kendaraan mereka mengheningkan cipta.
Banyak orang mengantre di pintu masuk Istana Dolmabahce, untuk mengunjungi kamar tempat Ataturk meninggal dunia dan meletakkan bunga di tempat tidurnya.
Sementara di perairan, kapal-kapal dan perahu-perahu berhenti sejenak di depan kamarnya, memberikan penghormatan kepada pendiri republik itu.
Baca Juga: Mengunjungi Museum Istana Topkapi di Turki
Kapal fregat TCG Istanbul, salah satu kapal perang utama dan buatan dalam negeri milik Angkatan Laut Turki, juga berlabuh di dekat istana tersebut.
Ataturk mendeklarasikan republik itu tahun 1923, mengakhiri kekuasaan Kekaisaran Ottoman setelah Perang Kemerdekaan, dan menjabat sebagai presiden pertama hingga tahun 1938, ketika dirinya wafat pada usia 57 tahun. (amr/ xinhua-news.com)







