Video Warga Mengaku Ditampung di Kamboja Beredar, Pemko Batam Bergerak

Edukasi Pelajar Bahaya Judi Online, Diskominfo Gencarkan Literasi Digital
Kadiskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan. (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak, menindaklanjuti beredarnya video yang beredar, memperlihatkan sejumlah warga mengaku berasal dari Batam dan sedang berada di sebuah tempat penampungan di Kamboja.

Dalam video tersebut, sejumlah warga menyampaikan permintaan bantuan kepada Walikota Batam Dr Amsakar Achmad  SSos MSi dan Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra. Mereka berharap dapat difasilitasi untuk kembali ke Kota Batam.

Menanggapi informasi itu, Pemko Batam langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih jelas, sekaligus memastikan identitas dan keberadaan warga yang muncul dalam video tersebut.

Menurutnya, proses penelusuran akan sulit dilakukan, apabila pemerintah tidak memiliki data lengkap mengenai warga yang dimaksud.

”Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan, jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, data kependudukan dan informasi keimigrasian menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Data tersebut diperlukan, untuk memastikan identitas warga sekaligus membantu pemerintah menelusuri keberadaan mereka melalui instansi yang berwenang.

Karena itu, Pemko Batam meminta keluarga atau kerabat yang merasa mengenali warga dalam video tersebut, segera menyampaikan informasi kepada pemerintah.

”Keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Walikota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya, akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” kata Rudi.

Ia menegaskan, Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan Kemlu, BP2MI dan instansi terkait lainnya agar informasi yang beredar dapat diverifikasi secara tepat.

Rudi juga berharap, keluarga yang memiliki informasi mengenai warga tersebut tidak ragu untuk segera menyerahkan data yang diperlukan. Langkah itu dinilai penting, agar proses pencarian dan penanganan dapat dilakukan berdasarkan identitas serta informasi yang jelas.

”Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” ujarnya. (amr)

Exit mobile version