Data Gaikindo Tunjukkan Kenaikan Pangsa Pasar EV China di Indonesia

Data Gaikindo Tunjukkan Kenaikan Pangsa Pasar EV China di Indonesia
Foto yang diabadikan pada 29 April 2025 ini, menunjukkan produk baru Wuling yang dipamerkan dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 di Jakarta. (F. Xinhua)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Penerimaan publik Indonesia terhadap kehadiran kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik maupun hibrida asal China terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan pangsa penjualan grosir (wholesale) merek-merek China yang terus meningka,t dan kini semakin mendekati seperlima dari total penjualan mobil nasional.

Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek-merek China menyumbang sekitar 17,3 persen dari pengiriman mobil dari pabrik ke diler atau penjualan wholesale nasional sepanjang Januari-Februari 2026, yaitu 25.602 unit kendaraan.

Persentase itu, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 lalu sebesar 7,8 persen maupun dibandingkan lima tahun lalu yang masih di bawah 2 persen.

Pakar otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyebut tren ini terutama didorong oleh kesuksesan dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan pesat ekosistem kendaraan listrik (EV) di dalam negeri.

Merek-merek asal China disebut menawarkan harga kendaraan yang terjangkau, bukan hanya karena adanya insentif pajak dari pemerintah, tetapi juga kemampuan menekan biaya produksi dengan membangun rantai pasokan EV yang kompleks.

Di sisi lain, Yannes mengatakan, mobil pabrikan China hadir dengan berbagai fitur inovatif, teknologi canggih, serta peningkatan dari sisi kualitas rakitan.

“Secara konsisten sejak era Wuling masuk ke Indonesia, merek-merek China berhasil membangun sudut pandang baru bagi pasar otomotif Indonesia bahwa mobil mewah tidak harus mahal, sehingga mulai menggeser persepsi pasar terhadap merek-merek lain yang mulai dianggap overpriced,” ujarnya kepada Xinhua.

Geely Indonesia meresmikan diler pertama mereka di Provinsi Jawa Timur, yang berlokasi di Kota Surabaya pada 16 Agustus 2025. (Sumber: Geely Auto Indonesia)

Alasan lainnya adalah merek-merek China juga dinilai agresif dalam pengembangan layanan purnajual. Tidak sedikit mobil yang ditawarkan hadir dengan garansi kendaraan dan baterai dengan periode yang sangat panjang, membuat biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih murah.

Ekspansi pembangunan diler maupun fasilitas produksi, juga masif sebagai bukti keseriusan perusahaan-perusahaan ini hadir di pasar domestik. Dalam setahun sejak debut di Indonesia pada Januari 2025 lalu, Geely telah memiliki lebih dari 20 jaringan diler dan menargetkan penambahan hingga total 80 cabang hingga akhir tahun ini.

Selain itu, kebanyakan merek-merek yang baru masuk ke Indonesia pada tahun lalu kini pun sudah merakit kendaraannya secara lokal, di antaranya Xpeng dan Changan. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Produsen Otomotif China Hadirkan Lebih Banyak NEV di Ajang IIMS 2026

Penjualan Mobil Merek China di Indonesia Tembus 113.000 Unit pada 2025

Wuling Mitra EV Jadi Armada Logistik PT Pos Indonesia

Wuling Indonesia Luncurkan Model Baru yang Dapat Dipakai Sebagai Ambulans dan Angkot

DFSK-Seres dan Wuling Boyong Kesuksesan Besar di PEVS 2025

Wuling Resmi Mulai Produksi Baterai Mobil Listrik di Cikarang

Sejumlah Merek Otomotif China Siap Tawarkan Layanan Khusus bagi Pengemudi Mudik Lebaran

Wuling Umumkan Produksi Baterai Canggih MAGIC Battery Secara Lokal di Indonesia

 

Exit mobile version