Tensi Politik Meninggi, PWI Kick Off Satgas Anti Hoax

Menkominfo, Budi Arie Setiadi (tiga kanan) memberikan penghargaan kepada Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun melakukan "Kick off Satgas Anti Hoax" di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers Lantai IV Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2023). (F. dok pwi pusat)

JAKARTA (Kepri.co.id) – Menciptakan suasana damai terutama di saat tensi politik meninggi menjelang pemilu dan pilpres, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan “Kick off Satgas Anti Hoax” di Kantor PWI, Gedung Dewan Pers Lantai IV Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/1/2023).

Acara tersebut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi; Karopenmas, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andika, serta Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Prof Dr Ahmad Mulyana, dan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu. Hadir juga sejumlah mahasiswa dari Universtas Mercu Buana, Jakarta.

Ketua Satgas Anti Hoax PWI, M Iqbal Irsyad, mengatakan, sebelum kick off, satgas telah aktif melakukan kegiatan literasi, tentang hoax dan menjalin kerja sama dengan Universitas Mercu Buana untuk menciptakan edukasi anti-hoax.

Selain itu Satgas telah menghasilkan podcast tentang anti-hoax. Iqbal menegaskan, komitmen satgas untuk terus bergerak melakukan sosialisasi, dan pencegahan terhadap penyebaran hoax.

Ketua PWI Pusat, Hendry CH Bangun, mengatakan, PWI akan berpartisipasi aktif dan memberikan solusi terhadap masalah masyarakat, dalam mengatasi masalah hoax itu.

Hendry menekankan, Satgas Anti Hoax akan fokus pada konten visual dan berencana melakukan patroli serta literasi anti-hoax di setiap provinsi. Ia berharap, kehadiran Menkominfo pada kick-off ini akan memastikan kelancaran kerja satgas.

“Kegiatan ini sebagai komitmen terhadap PWI Pusat, membantu masyarakat dan pemerintah dalam hal mencegah penyebaran hoax. Khususnya di masa Pemilu dan Pilpres ini. Satgas ini nanti, akan membentuk tim patroli meluruskan seluruh informasi bohong yang beredar di masyarakat,” kata Hendry.

Menkominfo, Budi Arie Setiadi, mengatakan, keamanan siber selama masa Pemilu merupakan ancaman utama, sebelum, saat, dan sesudah Pemilu.

“Kementerian Kominfo terus berupaya menangani konten hoax, lewat kontra narasi dan take down isu hoax,” ujarnya.

Ia mengapresiasi PWI yang membentuk Satgas Anti Hoax dan mengajak mereka, untuk bersama-sama melawan hoax. Bahkan, Budi Arie menegaskan, konten hoax, fitnah, dan ujaran kebencian, memiliki dampak yang serius pada masyarakat.

Hoax, fitnah, dan ujaran kebencian itu saudara kandung yang harus diperangi, selain merendahkan martabat orang lain yang jadi sepupunya,” kata Budi.

Ia berharap, Satgas Anti Hoax PWI dapat bekerja sama dengan Kementerian Kominfo untuk menjadikan pemilu lebih kondusif. Budi juga mengajak semua pihak, untuk bersama-sama melawan hoax dengan kolaborasi demi perdamaian dan persatuan di era transformasi digital.

“Era digital adalah era transformasi, banyak peluang menuju kemajuan. Ayo lawan hoax dengan kolaborasi, demi perdamaian, dan persatuan bangsa,” ajaknya. (now)

Exit mobile version