PERTANDINGAN perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko digelar di Boston Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.00 WIB. Laga ini menjadi ulangan semifinal Qatar 2022, ketika Prancis menang 2-0 dan menghentikan laju bersejarah Maroko.
Prancis lolos ke-16 besar, setelah kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay lewat penalti Kylian Mbappé, sementara Maroko melaju meyakinkan dengan mengalahkan Kanada 3-0.
Didier Deschamps tetap mengandalkan kecepatan Mbappé, tusukan Theo Hernández dari kiri, dan kreativitas Antoine Griezmann di lini tengah.
Di kubu lawan, Mohamed Ouahbi mempertahankan identitas Singa Atlas lewat disiplin blok rendah yang digalang Yassine Bounou, Achraf Hakimi, dan Sofyan Amrabat, dengan transisi cepat yang dimotori Azzedine Ounahi dan Brahim Díaz.
Duel paling menentukan akan terjadi di koridor kiri Prancis melawan kanan Maroko. Mbappé dan Hakimi, dua sahabat yang pernah bersama di Paris Saint-Germain, sudah saling hafal gerakan satu sama lain.
Jika Hakimi mampu menahan laju Mbappé tanpa bantuan berlebih, Maroko bisa menjaga bentuk pertahanannya tetap rapat.
Sebaliknya, jika Prancis berhasil menciptakan overload lewat Theo Hernández, ruang di belakang akan terbuka dan itu menjadi situasi favorit bagi kecepatan Les Bleus.
Menjelang laga, saya memprediksi dan menempatkan Prancis sebagai pemenang. Tim Ayam Jantan akan menguasai pertandingan dengan ball possession 60 persen, sementara sisanya 40 persen oleh Maroko. Namun demikian, angka-angka itu bukan jaminan mutlak. Maroko sebagai peringkat 6 FIFA, bisa saja termotivasi dengan tim lain seperti Norwegia yang berhasil memulangkan Brasil atau Spanyol, yang mengakhiri perjuangan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan.
Maroko sudah berulang kali mematahkan hitungan di atas kertas, termasuk saat menyingkirkan Spanyol dan Portugal di 2022.
Dengan status balas dendam dan kepercayaan diri setelah kemenangan atas Kanada di 16 besar , Maroko akan membuktikan diri sebagai tim yang bukan untuk bertahan, karena tim Singa Padang Pasir ini menganut filosofi ‘menyerang adalah pertahanan terbaik’.
Prancis, yang berada di peringkat 1 FIFA, tetap menjadi tim dengan kedalaman skuad dan ketajaman terbaik di ajang piala dunia ini.
Namun, ujian di Boston akan ditentukan oleh siapa yang menguasai duel sayap. Jika Singa Atlas disiplin selama 90 menit dan memanfaatkan satu momen transisi, peluang memulangkan tim Ayam Jantan tetap terbuka, meski di atas kertas banyak pakar sepak bola yang meragukan Maroko bisa menang.
Berdasarkan analisis tersebut, saya menjagokan Prancis akan unggul dengan selisih dua gol. ***
