Netanyahu dan Trump akan Langsungkan Pertemuan di Gedung Putih

Netanyahu dan Trump akan Langsungkan Pertemuan di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyambut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang sedang berkunjung di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 4 Februari 2025. (F. Xinhua/Hu Yousong)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu akan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (7/4/2025) pukul 13.00 waktu setempat (24.00 WIB) di Gedung Putih. Demikian menurut pernyataan dari kantor PM Israel yang dikeluarkan pada Minggu (6/4/2025) malam waktu setempat.

Kedua kepala negara diperkirakan akan membahas beberapa isu utama, termasuk tarif baru yang belum lama ini diberlakukan Trump terhadap Israel, negosiasi pembebasan sandera yang sedang bergulir dengan Hamas, potensi ketegangan antara Israel dan Turki di Suriah, serta upaya bersama melawan Iran dan jaringan proksinya, urai pernyataan tersebut.

Pada Rabu (2/4/2025), Trump mengumumkan keputusan memberlakukan tarif 17 persen terhadap produk Israel, sebagai bagian dari apa yang disebutnya “tarif timbal balik” terhadap semua mitra dagangnya. Sehari sebelum pengumuman Trump tersebut, Israel telah mencabut semua tarif terhadap impor dari AS, namun langkah itu tidak menghentikan Trump memberlakukan tarif terhadap Israel.

AS tetap menjadi salah satu mitra dagang utama Israel, dengan perdagangan barang bilateral mencapai sekitar 37 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.588) pada 2024, ungkap Perwakilan Dagang AS.

Di Gaza, kesepakatan gencatan senjata bertahap antara Israel dan Hamas kandas pada 18 Maret 2025, usai Israel menolak melanjutkan ke tahap kedua dan kembali melancarkan serangan udara maupun darat di Gaza.

Hamas menculik 251 sandera dalam serangannya ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Menurut perhitungan Israel, 59 sandera masih berada di Gaza, dengan 35 di antaranya diperkirakan tewas.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh Mesir, Qatar, dan AS untuk melanjutkan kembali perundingan hingga saat ini belum menghasilkan terobosan.  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Hamas: Ancaman Trump Perumit Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza

Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina

Tarif Timbal Balik Trump Picu Aksi Jual Global di Tengah Kekhawatiran Resesi

Kolom: Dari Neokolonialisme Tarif AS hingga Rusaknya Stabilitas Ekonomi Global

Akademisi Singapura Kritik Rencana Tarif Trump, Ada Harga yang Harus Dibayar

Ekonom Sebut Indonesia Akan Hadapi Perlambatan Ekonomi Akibat Tarif AS Ancam Ekspor, Mata Uang, dan Pekerjaan

 

 

Exit mobile version