ANAMBAS (Kepri.co.id) – Hari pertama bertugas sebagai Kapolsubsektor Siantan Selatan, dimanfaatkan Aipda Marulam Siahaan atau yang akrab disapa Bang Jack untuk langsung menemui masyarakat. Kamis (6/8/2026). Ia memilih mengawali tugas dengan bersilaturahmi ke Desa Air Bini, berdialog dengan warga, sekaligus melihat langsung kondisi wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Kunjungan pertama dilakukan di Kantor Kepala Desa Air Bini. Bang Jack disambut Kepala Dusun II bersama perangkat desa dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi antara kepolisian dan pemerintah desa, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik melalui sinergi yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Bang Jack memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di wilayah Siantan Selatan. Ia juga menegaskan komitmennya, menjalankan tugas dengan mengutamakan pelayanan serta membuka ruang komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
“Hari pertama ini saya ingin mengenal masyarakat lebih dekat. Dengan turun langsung ke lapangan, saya bisa melihat kondisi sebenarnya sekaligus mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga,” ujar Bang Jack.
Memulai Tugas dengan Mendengar Aspirasi Warga
Setelah bersilaturahmi dengan perangkat desa, Bang Jack meninjau Kantor Polsubsektor Siantan Selatan. Dari hasil peninjauan, sejumlah bagian bangunan diketahui mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.
Melihat kondisi tersebut, Bang Jack berinisiatif melakukan renovasi kantor menggunakan biaya pribadi. Menurutnya, keberadaan fasilitas pelayanan yang layak menjadi salah satu penunjang penting agar masyarakat memperoleh pelayanan kepolisian yang nyaman dan maksimal.
Selanjutnya, ia melanjutkan kegiatan dengan berdialog bersama warga Desa Air Bini. Suasana pertemuan berlangsung santai, sehingga masyarakat leluasa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi yang muncul mencakup kondisi ekonomi, dunia usaha, sektor perikanan, hingga keterbatasan infrastruktur yang masih menjadi kendala dalam aktivitas sehari-hari.
“Saya percaya pelayanan kepolisian tidak cukup dilakukan dari balik meja. Kehadiran di tengah masyarakat menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan dan bersama-sama mencari solusi atas persoalan yang ada,” katanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Air Bini, yang hingga kini belum berjalan secara optimal. Akibatnya, keberadaan BUMDes belum mampu memberikan manfaat ekonomi sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Jaringan Telekomunikasi dan BUMDes Turut Menjadi Perhatian
Selain mengikuti rangkaian kegiatan dan dialog bersama masyarakat, sejumlah awak media yang mendampingi kunjungan kerja Bang Jack turut mencermati berbagai kondisi di Desa Air Bini. Dari hasil pengamatan di lapangan dan informasi yang diperoleh, BUMDes Desa Air Bini diketahui belum berjalan secara optimal sehingga manfaat ekonominya masih belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Awak media juga mendapati bahwa akses telekomunikasi di desa tersebut masih menjadi tantangan bagi warga. Berdasarkan keterangan masyarakat, jaringan seluler dari berbagai operator umumnya hanya memperoleh sinyal berkekuatan rendah sehingga belum mampu menunjang kebutuhan komunikasi maupun akses internet secara memadai.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga mengandalkan layanan WiFi XR sebagai alternatif untuk mengakses internet. Layanan itu tersedia dengan sistem pembayaran sekitar Rp10.000 per hari atau Rp150.000 per bulan. (LS)
BERITA TERKAIT:
Personel Polres Anambas Dilatih Hadapi Bencana, Mulai Pemadaman Api hingga Penyelamatan
