Senjata Terkuat UE untuk Lawan Tarif AS Masih “Jadi Opsi”

Senjata Terkuat UE untuk Lawan Tarif AS Masih "Jadi Opsi"
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen berpidato di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, pada 1 April 2025. (F. Xinhua/Uni Eropa)

BRUSSEL (Kepri.co.id – Xinhua) – Uni Eropa (UE) akan merespons dengan “langkah-langkah yang legal, sah, proporsional, dan tegas” atas tarif perdagangan Donald Trump, tetapi senjata terkuatnya masih “menjadi opsi”, kata ketua komite perdagangan internasional Parlemen Eropa pada Kamis (3/4/2025).

Berbicara di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Bernd Lange menyebut tarif perdagangan baru Amerika Serikat (AS) itu sebagai sesuatu yang “tidak dapat dibenarkan, ilegal, dan tidak proporsional”, serta mengatakan, hal tersebut hanya akan menyebabkan eskalasi tarif lebih lanjut dan spiral ekonomi yang lebih buruk bagi AS dan dunia secara keseluruhan.

Dia mengatakan, UE sedang mempertimbangkan penggunaan Instrumen Anti-Paksaan (Anti-Coercion Instrument/ ACI), yang disebut oleh beberapa orang dalam UE sebagai “bazoka besar”.

“Ini bukan langkah pertama kami. Menggunakan ACI akan menjadi eskalasi yang sulit dan karenanya menjadi pilihan terakhir, tetapi kami memilikinya,” ujarnya.

Foto yang diabadikan pada 29 Januari 2025 ini menunjukkan Gedung Berlaymont, yang merupakan markas besar Komisi Eropa, di Brussel, Belgia. (F. Xinhua/Meng Dingbo)

ACI UE, yang berlaku sejak Desember 2023, melengkapi UE dengan sarana langsung untuk melawan paksaan ekonomi negara ketiga dengan memberlakukan langkah-langkah respons yang ditargetkan.

Di bawah undang-undang tersebut, berbagai langkah penanggulangan yang lebih luas telah tersedia, yang memungkinkan Uni Eropa tidak hanya memberlakukan tarif barang, tetapi juga membatasi perusahaan negara ketiga untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek pengadaan barang dan jasa atau membatasi layanan, perdagangan, dan investasi.

Lange mengatakan, UE akan mempertimbangkan dengan hati-hati sarana-sarana mana yang paling efektif untuk merespons, seraya menekankan bahwa mereka tidak akan mundur.

Tarif balasan telah ditetapkan, dan negosiasi dapat dimulai, kata Lange. “Jika kita benar-benar berada di tangga eskalasi, maka tentu saja, kita juga akan menargetkan para raksasa teknologi. Menurut saya, ini bukan pilihan pertama.”

“Saya harap pemerintahan (AS) ini sungguh-sungguh tertarik untuk terlibat dengan UE, tetapi saya tidak yakin,” ujar Lange.  (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Kebijakan Tarif Washington Picu Kekhawatiran dan Penolakan Luas

Kanada Luncurkan Tarif Otomotif Balasan terhadap AS

Tarif Timbal Balik Trump Picu Aksi Jual Global di Tengah Kekhawatiran Resesi

Ekonom Sebut Indonesia Akan Hadapi Perlambatan Ekonomi Akibat Tarif AS Ancam Ekspor, Mata Uang, dan Pekerjaan

Trump Umumkan akan Berlakukan Tarif Otomotif 25 Persen pada 2 April 2025

Trump Tanda Tangani Rencana Berlakukan Tarif “Resiprokal” pada Mitra Dagang

Eropa Hadapi Ancaman Tarif dari AS, PM Polandia Serukan UE Tetap Bersatu

Akademisi Singapura Kritik Rencana Tarif Trump, Ada Harga yang Harus Dibayar

ALMI Nilai Tarif Bongkar Pelabuhan Peti Kemas Sudah Sesuai Kajian BP Batam

BI Pertahankan BI-Rate 5,75% Topang Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

BP Ambil Langkah-langkah Penyesuaian Hadapi Kebijakan Resiprokal AS

 

Exit mobile version